alexa snippet

Kelompok Sayap Kiri Sebut Polisi Filipina 'Peliharaan" AS

Kelompok Sayap Kiri Sebut Polisi Filipina Peliharaan AS
Pernyataan ini muncul setelah adanya aksi kekerasan yang dilakukan polisi Filipina terhadap massa yang melakukan demonstrasi di depan Kedutaan Besar AS di Manila. Foto/Reuters
A+ A-
MANILA - Pemimpin kelompok sayap kiri Filipina, Renato Reyes menyebut polisi Filipina sebagai "peliharaan" Amerika Serikat (AS). Pernyataan ini muncul setelah adanya aksi kekerasan yang dilakukan polisi Filipina terhadap massa yang melakukan demonstrasi di depan Kedutaan Besar AS di Manila.

Polisi Filipina menggunakan gas air mata untuk membubarkan sekitar 1.000 pengunjuk rasa di luar Kedubes AS di Manila, Rabu. Dimana, dalam cuplikan berita televisi menunjukkan sebuah mobil polisi yang diserang oleh demonstran, menabrak para demonstran tersebut.

"Sama sekali tidak ada pembenaran (untuk kekerasan polisi). Bahkan ketika Presiden kita telah diakui oleh kebijakan luar negerinya yang independen, pasukan polisi Filipina masih bertindak sebagai "peliharan" AS," kata Reyes, seperti dilansir Reuters pada Rabu (19/10).

Reyes menambahkan, pihak kepolisian melakukan penangkapan terhadap 29 orang demonstran. Sementara itu, setidaknya 10 orang dibawa ke rumah sakit setelah tertabrak oleh mobil polisi.

Demontrasi ini terjadi saat Presiden Rodrigo Duterte mengunjungi Beijing untuk memperkuat hubungan dengan China. Penguatan hubungan dengan China terjadi di tengah semakin memburuknya hubungan dengan AS, yang disebabkan oleh kritik berkelanjutan terhadadap kebijakan anti-narkoba yang dianut Duterte.



(esn)
dibaca 6.288x
loading gif
Top