Monaco Berharap AS-Rusia Bisa Hentikan Perang di Suriah

Monaco Berharap AS-Rusia Bisa Hentikan Perang di Suriah
Menteri Luar Negeri AS John Kerry dan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov menyepakati gencatan senjata di Suriah pada 9 September lalu. | (Istimewa)
A+ A-
NEW YORK - Monaco menaruh harapan kepada Rusia dan Amerika Serikat (AS) agar dapat mengakhiri konflik bersenjata yang sedang berlangsung di Suriah. Hal itu diutarakan Menteri Negera Monaco, Serge Telle, di sela-sela Sidang Umum PBB di New York.

Ketika ditanya tentang peran Rusia dan Amerika Serikat dalam proses perdamaian Suriah, Telle mengatakan, "Ini akan menjadi besar jika mereka mampu menghentikan perang Mereka akan diakui oleh seluruh dunia dan tentu saja. Monaco, saya berharap mereka bisa melakukannya," seperti dikutip dari Sputniknews, Jumat (23/9/2016).

Telle menambahkan, Monaco percaya bahwa konflik mematikan di Suriah harus berhenti. "Kami bukan bagian dari setiap negosiasi atau koalisi, kita hanya bisa melihat tragedi para warga Suriah, mereka yang tewas, jutaan pengungsi, mereka yang kehilangan tempat tinggal," kata Telle.

Pada tanggal 9 September, Menteri Luar Negeri AS John Kerry dan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menyepakati penghentian permusuhan di Suriah yang mulai berlaku tiga hari kemudian.

Perjanjian tersebut menetapkan bahwa hanya kelompok teroris yang menjadi target serangan militer dan menyerukan pengiriman bantukan kemanusiaan yang bebas hambatan.

Namun, pada hari Senin, tentara Suriah menyatakan rezim gencatan senjata berakhir dan menyalahkan kelompok militan atas berbagai pelanggaran yang membuat penghentian permusuhan tidak masuk akal.


(ian)
dibaca 6.079x
Top