Abbas Ingin Pendudukan Israel di Palestina Tamat 2017

Abbas Ingin Pendudukan Israel di Palestina Tamat 2017
Presiden Otoritas Palestina, Mahmoud Abbas, pidato di Majelis Umum PBB di New York. | (REUTERS/Mike Segar)
A+ A-
NEW YORK - Presiden Otoritas Palestina, Mahmoud Abbas, dalam pidatonya di Majelis Umum PBB, menginginkan pendudukan Israel di Palestina berakhir tahun 2017. Abbas mendesak Inggris minta maaf karena Deklarasi Balfour 1917 menyebabkan berdirinya Israel di tanah Palestina.

”Ini adalah harapan saya bahwa ada tanggung jawab kolektif pada Anda untuk memastikan bahwa 2017 adalah tahun mengakhiri pendudukan (Israel),” kata Abbas.

Abbas berjanji untuk menyerahkan resolusi ke Dewan Keamanan PBB untuk menentang teror dari pemukim Yahudi Israel terhadap rakyat Palestina.

Presiden Abbas dalam pidatonya pada hari Kamis waktu New York juga menyinggung tuduhan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, bahwa pembongkaran permukiman Yahudi Israel di Tepi Barat sebagai tindakan “pembersihan etnis” Yahudi.

”Siapa yang berlatih pembersihan etnis?," tanya Abbas, seperti yang dikutip Haaretz, Jumat (23/9/2016). ”Diskriminasi rasial adalah realitas sehari-hari, Israel terus memberikan izin untuk pemukiman dan infrastruktur di wilayah-wilayah pendudukan, sementara (Israel) mencegah warga Palestina menggunakan tanah mereka sendiri.”

Selain mendesak Inggris meminta maaf atas andil pembentukan negara Israel di tanah Palestina, Abbas juga mengharuskan Inggris untuk mengakui Palestina sebagai negara merdeka.

”Kami meminta Inggris, seperti yang kita lakukan pendekatan 100 tahun sejak deklarasi yang terkenal ini, untuk menarik pelajaran yang diperlukan dan menanggung hukum, politik, material dan tanggung jawab moral atas konsekuensi bersejarah dari deklarasi ini, termasuk permintaan maaf kepada rakyat Palestina atas bencana, penderitaan dan ketidakadilan deklarasi yang dibuat ini,” kata Abbas.

“Bertindak untuk memperbaiki bencana ini dan memperbaiki konsekuensinya, termasuk pengakuan terhadap negara Palestina. Ini adalah yang Inggris dapat lakukan.”


(mas)
dibaca 18.798x
Top