Cerita Hancurnya Afghanistan di Era Rezim Taliban

Cerita Hancurnya Afghanistan di Era Rezim Taliban
Duta Besar Afghanistan untuk Indonesia, Roya Rahmani. | (SINDOnews/Victor Maulana)
A+ A-
JAKARTA - Duta Besar Afghanistan untuk Indonesia, Roya Rahmani, menceritakan singkat tentang kehancuran negaranya di era rezim Taliban. Menurutnya, rezim Taliban berkuasa di Afghanistan dari tahun 1996 hingga 2001.

Rahmani mengatakan,  negaranya sedang berusaha bangkit pasca-fase buruk di akhir tahun 1990, atau saat era Taliban. Pada awal pembangunan Afghanistan, yakni pada tahun 2001, kurang dari 1.000 anak yang bersekolah, dan hak-hak wanita sangat dibatasi.

"Pada tahun 2001, kami memulai dengan dasar di mana hanya ada 800 anak yang bersekolah, di mana semuanya adalah laki-laki. GDP (gross domestic product)  hanya 160 dolar, hanya satu persen dari populasi Afghanistan yang memiliki akses telepon, tidak ada media independen, wanita  dilarang untuk bersekolah dan bekerja," ucap Roya.

"Gaya hidup semacam ini bukanlah tradisi Afghanistan yang diterima oleh seluruh warga Afghanistan. Tapi rezim barbar Taliban telah mendorong hal tersebut. Satu yang menjadi tragedi adalah mereka menggunakan Islam sebagai pembenaran,” ujarnya saat menyampaikan sambutan pada peringatan Hari Kemerdekaan ke-97 Afghanistan, di Jakarta, pada Kamis (22/9/2016) malam.

Roya menuturkan, saat ini negaranya sudah berkembang cukup pesat. Di mana, hampir 10 juta anak telah tersentuh pendidikan. Media-media independen bermuculan, dan wanita bebas untuk menentukan masa depannya.

"Saat ini kami memiliki 9,5 juta orang yang bersekolah, 40 persen di antaranya adalah wanita. Sebanyak 75 persen populasi Afghanistan menggunakan telepon seluler, dengan layanan menjangkau 90 persen dari (wilayah) negara. Saat ini, kami memiliki kehadiran wanita tertinggi dalam pemeritah,” imbuh Roya Rahami.


(mas)
dibaca 7.567x
Top