Operasi Pembersihan Masih Berlangsung, 785 Staf Kemenaker Turki Dipecat

Operasi Pembersihan Masih Berlangsung, 785 Staf Kemenaker Turki Dipecat
Rakyat Turki turun ke jalan merayakan kegagalan aksi kudeta beberapa waktu lalu. | (Istimewa)
A+ A-
ANKARA - Operasi pembersihan terhadap sejumlah orang yang diduga terlibat kudeta dan ditengarai mempunyai hubungan dengan Fethullah Gulen masih terus berlangsung. Terbaru, ratusan staf Kementerian Tenaga Kerja Turki dipecat karena diduga terlibat kudeta.

"Sekitar 785 anggota kementrian tenaga kerja Turki telah dipecat karena mempunyai hubungan dengan ulama yang berbasis di Amerika Serikat (AS) yang Ankara salahkan karena mendalangi kudeta yang gagal pada bulan Juli," kata Menteri Tenaga Kerja Turki Mehmet Muezzinoglu seperti dikutip dari Midle East Monitor, Kamis (22/9/2016).

Diperkirakan 100.000 orang di militer, layanan sipil, polisi dan peradilan telah dipecat atau dibekukan jabatannya menyusul upaya kudeta yang gagal pada 15 Juli lalu. Ketika itu, sekelompok kecil tentara berusaha untuk menggulingkan pemerintah.

Kelompok pemberontak sempat menguasai sejumlah titik strategis, namun upaya kudeta itu berhasil diberangus hanya dalam hitungan jam. Meski begitu, lebih dari 200 orang tewas dalam peristiwa tersebut.

Turki kemudian menyebut ulama sekaligus tokoh oposisi yang mengasingkan diri ke AS, Fethullah Gulen, sebagai dalang dari aksi pemberontakan itu. Namun tudingan ini dibantah dengan tegas oleh Gulen yang juga mengutuk aksi kudeta berdarah itu.


(ian)
dibaca 4.099x
Top